Shalat Tarawih 23 Rakaat Ditempuh Hanya 10 Menit, Sudah Tradisi Sejak Satu Abad Lalu

  • Posted on March 25, 2023
  • News
  • By Redaksi News
  • 207 Views

BLITAR - Sebuah pondok pesantren di kabupaten Blitar, Jawa Timur, memiliki tradisi shalat tarawih yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan waktu sekitar sepuluh menit, untuk menyelesaikan dua puluh rakaat shalat tarawih dan tiga rakaat shalat witir. Salat tarawih cepat ini sudah dilakukan sejak satu abad lalu dan selalu diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai wilayah.

Pelaksanaan shalat tarawih tersebut dilakukan pada pondok pesantren Mamba’ul Hikam, yang berlokasi di desa Mantenan, kecamatan Udanawu, kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Setiap hari pada bulan ramadhan, masjid yang berada di lingkungan pondok pesantren tersebut, tidak pernah sepi dari ribuan jamaah yang ingin ikut menunaikan salat tarawih di pondok pesantren tersebut.

Tidak hanya jamaah dari ponpes mamba’ul hikam saja, namun jamaah yang datang juga berasal dari daerah lain, seperti Kediri, Tulungagung hingga Surabaya.

Pengakuan salah seorang jamaah yang mengikuti shalat tarawih cepat tersebut karena tertarik, yang dimana shalat tarawih cepat tersebut sudah dilaksanakan sejak satu abad lalu. Menurutnya, salat tarawih dan witir 23 rakaat ini berlangsung sangat cepat, yaitu kurang dari 10 menit.

Meski dilakukan dengan cepat, gerakan shalat pun tidak berubah sama sekali, namun hanya gerakan dan bacaan shalat yang berlangsung super cepat. Hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhusyu-an jamaah dalam memanjatkan ibadah shalat tarawih.

Biasanya para jamaah memadati areal pondok pesantren Mamba'ul Hikam, selepas berbuka puasa. Itu dilakukan agar bisa mendapatkan tempat dan tidak tertinggal shalat tarawih.

“Setiap bulan ramadhan dari kecil sampai sekarang sudah punya anak ya tarawih disini. Ya memang sudah tradisinya, selain cepat santrinya disini juga banyak, pengikutnya banyak, terus suasananya ramai”, tutur Udin, warga yang mengikuti shalat tarawih cepat.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Mamba’ul Hikam, Dliya'udin Azzamzammi mengatakan, shalat tarawih cepat ini sudah menjadi tradisi pesantren selama satu abad lebih. Pihaknya sengaja melakukan shalat tarawih cepat, untuk menarik minat warga yang sudah lelah bekerja seharian.

pengasuh pondok pesantren Mamba’ul Hikam, Dliya'udin Azzamzammi


“Kalau pagi hingga sore kan pergi ke sawah, bekerja, terus kalau malam harus shalat tarawih lama gitu banyak yang tidak mampu. Akhirnya sama mbah KH. Abdul Ghofoer dicarikan solusi dengan shalat tarawih dipercepat,” jelasnya.

Meskipun dilakukan dengan cepat, namun pihak pesantren memastikan tidak ada rukun shalat yang tertinggal, dan shalat tersebut sah sesuai syariat hukum islam.

“Shalat tarawih yang dipercepat itu tidak melanggar dan tidak mengurangi nilai – nilai daripada shalat itu sendiri”, lanjut pengasuh pondok pesantren Mamba’ul Hikam.

Sekadar diketahui, sejarah salat tarawih super cepat ini, pertama kali dilakukan oleh pendiri pondok, KH Abdul Ghofoer sekitar tahun 1907. Shalat cepat di pondok pesantren Mamba’ul Hikam dilakukan hanya untuk salat tarawih dan witir saja. Sedangkan untuk salat lima waktu/ dilakukan seperti pada umumnya. (arf/nan).



Author

Redaksi News

Redaksi madiun

You May Also Like